Perpustakaan Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Biodegradasi metil oranye
Penanda Bagikan

Text

Biodegradasi metil oranye

Purnomo, Adi setyo - Nama Orang; Alkas, Taufiq Rinda - Nama Orang;

Penggunaan pewarna sintetis saat ini sangat tersebar luas di berbagai bidang seperti industri tekstil, pangan, farmasi, cat, dan lain sebagainya. Pewarna sintetis memiliki kelebihan dibanding pewarna alami karena sifat yang lebih stabil, mudah didapat, dan relatif murah. Akan tetapi, penggunaan pewarna sintetis memberikan dampak negatif berupa limbah yang dihasilkannya. Salah satu pewarna sintetis yang digunakan di industri tekstil dan sebagai indikator pH di laboratorium, yaitu metil oranye (MO). Pewarna ini tergolong beracun bila ditelan atau dihirup dan sebaiknya dihindari kontak langsung dengan kulit baik larutannya maupun bentuk padatnya. Hasil pembakaran dari MO dapat menghasilkan gas yang mengiritasi, korosif, dan/atau menghasilkan gas beracun. Pengolahan limbah pewarna dengan metode biologi dianggap sebagai cara yang paling murah dibandingkan dengan metode kimia dan fisika. Keuntungan dari metode ini, yaitu lebih efisien, serba guna, biaya lebih rendah, dan ramah lingkungan. Dari beragam sumber referensi telah dibuktikan bahwa MO dapat didegradasi dengan menggunakan bakteri, jamur, dan kultur campuran dalam baik dalam keadaan dimobilisasi maupun sel bebasnya. Penggunaan kultur campuran bakteri-jamur menjadi suatu alternatif untuk meningkatkan degradasi dari pewarna yang akan menghasilkan cara yang lebih efektif dan efisien. Teknologi bioreaktor juga digunakan dalam aplikasi pengolahan limbah pewarna. Bioreaktor dilengkapi dengan sistem pencampuran, sistem yang memasok oksigen dan nutrisi, serta memompa influent dan effluent. Teknologi ini menjanjikan kelebihan dengan adanya kontrol parameter seperti populasi mikroba, nutrisi, pH, dan kelembapan lingkungan serta tingkat degradasi yang hampir sempurna. Buku ini membahas dari awal tentang pewarna sintetis, faktor-faktor yang mempengaruhi biodegradasi pewarna, hasil-hasil penelitian biodegradasi pewarna MO oleh bakteri, jamur, dan kultur campuran, serta aplikasinya di lingkungan baik di tanah atau perairan.


Ketersediaan
#
UPT Perpustakaan Unesa Lidah 667 PUR b
380140-000221230175
Tersedia - Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
667 PUR b
Penerbit
Sleman Yogyakarta : Deepublish publisher., 2021
Deskripsi Fisik
xii, 140 halaman ; 25 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-02-2880-3
Klasifikasi
667
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Kimia
Tanah
Bahan pewarna
Oksidasi
Gas beracun
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
.
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?